KETERANGAN PIHAK KEPOLISIAN (GAKKUM) Rem Truk Molen Diduga Mengalami Kebocoran Angin, Tabrak Warga di Halte BSI Bekasi

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Nov 2026 18:38 22 Indri

BEKASI – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah truk molen bernomor polisi B 9548 MV terjadi di Jalan Raya depan Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) Kampus Bekasi, Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 16.30 WIB. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan enam orang meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Berdasarkan keterangan sementara pihak kepolisian di lokasi kejadian, kecelakaan diduga dipicu oleh gangguan pada sistem pengereman truk molen. Rem kendaraan disebut tidak berfungsi akibat dugaan kebocoran angin sehingga pengemudi tidak mampu mengendalikan laju kendaraan saat melintasi jalan menurun.

Dalam kondisi darurat, pengemudi berupaya menghindari warga yang sedang menunggu bus di halte dengan membanting setir ke arah kiri. Namun, truk akhirnya menabrak tembok Universitas BSI hingga terguling.

Akibat kejadian tersebut, sejumlah warga yang sedang menunggu bus menjadi korban. Berdasarkan keterangan kepolisian, enam korban dinyatakan meninggal dunia. Satu korban meninggal dunia dibawa ke RS Siloam, sedangkan lima korban lainnya dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi.

Sementara itu, enam korban lainnya mengalami luka-luka dan mendapatkan penanganan medis di rumah sakit. Empat korban dirawat di RSUD Kota Bekasi dan dua korban lainnya di RS Siloam.

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa korban terdiri dari laki-laki dan perempuan, bahkan terdapat anak kecil di antara korban meninggal dunia. Identitas serta alamat para korban masih dalam proses pendataan dan konfirmasi melalui rumah sakit.

Dari keterangan sementara yang diperoleh petugas di lapangan, para korban merupakan masyarakat yang sedang menunggu bus di lokasi halte. Tidak terdapat kendaraan lain yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut, selain truk molen yang terguling dan warga yang berada di sekitar halte.

Truk molen tersebut diketahui masih membawa muatan beton cor dan berdasarkan informasi awal sedang dalam perjalanan dari arah Cikarang menuju Bekasi.

Polisi telah mengamankan pengemudi truk molen untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Sejumlah saksi, baik dari masyarakat yang melihat langsung kejadian maupun anggota kepolisian yang pertama kali mendatangi lokasi, juga dimintai keterangan.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan, termasuk pemeriksaan kondisi teknis kendaraan dan sistem pengeremannya.

Untuk proses evakuasi truk yang terguling, kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar mendatangkan kendaraan crane. Selama proses evakuasi berlangsung, arus lalu lintas di sekitar lokasi diberlakukan sistem buka tutup guna menghindari kemacetan dan menjaga keselamatan pengguna jalan.

Peristiwa ini menjadi perhatian serius masyarakat, mengingat kecelakaan terjadi di area halte yang seharusnya menjadi tempat aman bagi warga saat menunggu transportasi umum.

Tragedi tersebut sekaligus menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kelayakan kendaraan berat, khususnya sistem pengereman, sebelum beroperasi di jalan raya demi mencegah jatuhnya korban jiwa. (Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
error: Content is protected !!