Pesan Sekda Junaedi: Jangan Nafsu Mengejar Jabatan, Bisa Jadi Musibah

waktu baca 4 menit
Kamis, 29 Okt 2026 19:22 9 Indri

Kilas Atensipublik.com| Kota Bekasi –

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bekasi, Junaedi, mengingatkan jajaran aparatur Pemerintah Kota Bekasi agar tidak berambisi secara berlebihan dalam mengejar jabatan. Menurutnya, jabatan bukan sekadar kedudukan atau kehormatan, melainkan amanah yang dapat menjadi musibah apabila tidak dimanfaatkan untuk menolong dan memberikan manfaat kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Junaedi dalam sambutan perpisahan bersama jajaran aparatur Pemerintah Kota Bekasi. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian, integritas, kerja sama, serta kemampuan menjaga sikap ketika menjalankan tugas pemerintahan.

“Jangan ngoyok, jangan nafsu. Karena kalau jabatan nafsu, itu berbahaya. Jabatan adalah musibah kalau kita tidak bisa membawanya,” ujar Junaedi dalam sambutannya. Di taman rusa Plaza Pemkot Bekasi. Kamis (29/10/2026)

Menurut dia, setiap pejabat harus memahami bahwa jabatan memiliki tanggung jawab besar. Karena itu, orientasi utama dalam menjalankan tugas bukan semata-mata mengejar posisi, melainkan memastikan kewenangan yang dimiliki benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat.

TPP Harus Dijaga melalui Kerja Sama

Selain mengingatkan tentang jabatan, Junaedi menyoroti tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi. Ia menyebut TPP yang diterima aparatur Kota Bekasi tergolong besar dibandingkan sejumlah daerah lain di Jabodetabek.

Ia menilai kondisi tersebut merupakan hasil kekompakan, kerja sama, dan upaya bersama seluruh aparatur pemerintahan.

“Dibandingkan daerah lain, TPP kita termasuk paling besar. Alhamdulillah, ini semua berkat kekompakan dan kerja sama kita semua,” ungkapnya.

Junaedi berharap kondisi tersebut dapat dipertahankan. Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran meningkatkan kerja sama sekaligus mengoptimalkan pendapatan daerah.

Menurutnya, keberlanjutan TPP tidak dapat dilepaskan dari kemampuan pemerintah daerah menjaga kinerja, memperkuat pendapatan, dan membangun koordinasi antarsatuan kerja.

Ingatkan Pejabat agar Berhati-hati

Junaedi juga mengingatkan bahwa pejabat pemerintahan harus semakin berhati-hati dalam bersikap, berbicara, dan mengambil keputusan. Di era media sosial, tindakan kecil sekalipun dapat dengan cepat menjadi perhatian publik dan menyebar luas.

Ia meminta para aparatur tidak bersikap mencolok, arogan, atau mempertontonkan kedudukan yang dimiliki. Namun, ia juga mengingatkan agar pejabat tidak menutup diri dari lingkungan dan masyarakat.

“Jangan mencolok, jangan kita sembunyi. Di mana pun kita berada, kita harus ingat,” pesannya.

Bagi Junaedi, sikap sederhana, kehati-hatian, dan kemampuan menjaga etika merupakan bagian penting dari tanggung jawab seorang pejabat. Ia mengingatkan bahwa jabatan tidak boleh membuat seseorang melupakan batasan, tanggung jawab, serta hubungan baik dengan orang lain.

Purnatugas Bukan Akhir Silaturahmi

Dalam kesempatan tersebut, Junaedi juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparatur yang selama ini bekerja bersama dirinya. Ia mengakui bahwa selama menjalankan tugas tentu terdapat kekurangan maupun kelebihan, baik dalam hubungan kedinasan maupun pribadi.

Ia pun memohon maaf apabila terdapat perkataan, tindakan, atau keputusan yang kurang berkenan selama menjalankan tugas pemerintahan.

Junaedi berharap hubungan kekeluargaan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi tetap terjaga meskipun seseorang telah menyelesaikan masa tugasnya.

Menurutnya, berakhirnya masa jabatan tidak semestinya membuat hubungan antarrekan kerja terputus. Silaturahmi harus tetap dipelihara karena setiap orang memiliki perjalanan, nasib, dan rezeki yang tidak selalu dapat diperkirakan.

Ia juga menyampaikan harapan agar Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe dan seluruh aparatur terus menjaga persatuan serta kebersamaan.

Menanggapi hal tersebut l, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe turut menyampaikan penghargaan atas kebersamaan dan pengabdian Junaedi selama berada di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Dalam sambutannya, Harris menegaskan bahwa seseorang tidak hanya dikenang karena jabatan yang pernah diemban, tetapi juga karena kebaikan, sikap, dan pengabdian yang diberikan.

“Ada orang yang hadir karena jabatan, tetapi ada orang yang tetap dikenal karena pengabdian,” ujar Harris.

Ia berharap Junaedi menjadi bagian dari sosok yang terus dikenang karena kebaikan dan kontribusinya bagi pemerintahan.

Harris juga menyampaikan terima kasih atas kerja keras, kesabaran, dan kebersamaan Junaedi dalam menghadapi berbagai dinamika pemerintahan.

” Saya secara pribadi maupun atas nama Wali Kota dan Pemerintah Kota Bekasi, apabila selama kebersamaan terdapat perkataan, sikap, atau keputusan yang kurang berkenan, “Ucapannya.

Harris menambahkan, setinggi apa pun jabatan seseorang, pada waktunya amanah tersebut akan diserahkan kepada generasi berikutnya. Karena itu, pengabdian harus meninggalkan keteladanan, integritas, dan kebaikan.

“Saya mengingatkan bahwa pergantian jabatan maupun berakhirnya masa tugas tidak boleh memutus tali silaturahmi yang telah dibangun selama bertahun-tahun, ” harap. Orang nomor dua di Kota Bekasi.

Melalui pesan tersebut, Junaedi dan Harris sama-sama menekankan pentingnya menjaga etika, mengutamakan pengabdian, memperkuat kerja sama, dan mempertahankan hubungan kekeluargaan dalam membangun Kota Bekasi.

(Indri)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
error: Content is protected !!